ASEAN Defense Ministers' Meeting (ADMM) merupakan Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN yang membahas penguatan kerja sama pertahanan di kawasan guna meningkatkan transparansi, keterbukaan dan rasa saling percaya di antara negara-negara anggota ASEAN.

Aeromedical Evacuation yang diperagakan oleh perwira Angkatan Udara Indonesia dan Thailand pada kegiatan gelar latihan bersama AMHEX 2016, September 2016 di Utapao International Airport , Thailand. Source: https://www.mindef.gov.sg/oms/imindef/resourcelibrary/cyberpioneer/topics/articles/features/2018/jan18_cs.html

(Foto: Dit. KS Polkam ASEAN, Kemlu)

ADMM merupakan platform kerja sama antar-Menteri Pertahanan ASEAN yang bertujuan untuk meningkatkan Confidence Building Measures (CBM) serta menjaga perdamaian dan stabilitas keamanan di kawasan melalui dialog dan kerja sama praktis.

ADMM-Plus merupakan bentuk perluasan kerja sama Pertahanan ADMM dengan melibatkan 8 (delapan) Negara Mitra Wicara ASEAN, yakni Amerika Serikat, Australia, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Jepang, Republik Korea (ROK), Selandia Baru, India, dan Rusia.

ADMM Leader-Indonesia adalah Menteri Pertahanan

Instansi Penjuru (focal point) tingkat nasional yang menangani ADMM adalah Kementerian Pertahanan

Perkembangan Kerja Sama

Sejak pelaksanaan The Inaugural Meeting of ADMM di Kuala Lumpur, Mei 2006, dan The Inaugural ADMM-Plus di Ha Noi, Oktober 2010, telah banyak kemajuan yang dicapai oleh ADMM dan ADMM-Plus, mulai dari kerja sama capacity building, pembangunan rasa saling percaya, hingga kerja sama yang bersifat praktis dan konkret seperti peningkatan koordinasi dan interoperabilitas antar personil pertahanan dan militer negara-negara anggotanya. Sejumlah bentuk kerja sama dalam ADMM dan ADMM-Plus, antara lain: seminar, lokakarya, dan pelatihan bersama (Table-Top-Exercise dan Field-Training-Exercise).

Dalam rangka mengimplementasikan kerja sama dimaksud, dibentuklah sejumlah ADMM-Plus Experts’ Working Groups (EWGs) pada 7 (tujuh) area yang telah disepakati bersama, antara lain:

  1. Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR)
  2. Military Medicine (MM)
  3. Counter Terrorism (CT)
  4. Maritime Security (MS)
  5. Peacekeeping Operations (PKO)
  6. Humanitarian Mine Action (HMA)
  7. Cyber Security (CS)

Untuk mempermudah koordinasi dan implementasi kegiatan-kegiatan EWG, setiap EWG memiliki sistem Keketuaan Bersama (co-chairmanship) yang dipegang oleh 2 negara (1 Negara Anggota ASEAN dan 1 Negara Mitra Wicara) selama periode 3 tahun. Untuk periode 2017-2020, Indonesia merupakan Co-chairADMM-Plus EWG on Peacekeeping Operations bersama dengan Australia.

Capaian Kerja Sama

  • Secara khusus, kerja sama di bidang PKO telah berkembang dengan pesat, antara lain dengan didirikannya ASEAN Peacekeeping Centers Network (APCN) yang merupakan platform kerja sama antar-Peacekeeping Centers di Negara-Negara Anggota ASEAN untuk saling berbagi informasi dan kapasitas.

Hingga saat ini, APCN telah melakukan 5 kali pertemuan, yakni di Thailand pada tahun 2012, di Indonesia pada tahun 2013, di Kamboja pada tahun 2015, dan di Filipina pada tahun 2016, serta di Indonesia pada tahun 2017. Pertemuan-pertemuan tersebut dimanfaatkan sebagai wadah untuk berbagi informasi mengenai kegiatan di PKC masing-masing, maupun menyepakati pelaksanaan pelatihan maupun kursus bersama, antara lain: Pre-deployment Training (PDT) di Indonesia tahun 2013; UN Military Observer Course (UNMOC) di Thailand pada tahun 2014; dan Future Leaders Program (Exchange of Officers) di Indonesia tahun 2015.

  • Selain APCN, pencapaian lain dari area kerja sama PKO adalah telah dilaksanakannya ADMM-Plus EWGPeace Keeping Operation / Humanitarian Mine ActionExercise atau Latihan Bersama bertema PKO dan HMA di Pune, India, pada Januari 2016.
  • Area kerja sama lain yang mengalami kemajuan pesat adalah HADR. Berbagai capaian mengemuka yang telah dihasilkan, antara lain Pembentukan ASEAN Centre of Military Medicine (ACMM) yang merupakan pusat koordinasi pemberian bantuan medis militer dalam penanganan bencana di kawasan; diadopsinya TOR dari ASEAN Militaries Ready Group (AMRG) on HADR dan upaya untuk operasionalisasinya secara penuh, serta dilaksanakannya kegiatan ADMM-Plus EWG Humanitarian Assistance and Disaster Relief / Military MedicineJoint Exercise (AM-Hex) di Chonburi, Thailand, pada September 2016.

 

  • Area lain yang menjadi fokus utama Indonesia dalam kerja sama ADMM/ADMM-Plus adalah Maritime Security (MS) dan Counter Terrorism (CT). Salah satu kegiatan terbesar dalam konteks MS/CT adalah telah dilaksanakannya Latihan Bersama ADMM-Plus EWG Maritime Security / Counter Terrorism Exercise di Brunei Darussalam dan Singapura pada Bulan Mei 2016. Sebelumnya, Indonesia jugapernahmenjadituanrumahpenyelenggaraan ADMM-Plus Counter Terrorism Exercise di Sentul, Bogor, padabulan September 2013.

  • Tidak hanya itu, kemajuan pesat kerja sama MS juga ditandai dengan dibentuknya ADMM Direct Communication Link (DCL), yang sekarang menjadi ASEAN Direct Communication Infrastructure/ADI yang merupakan jalur komunikasi cepat (hotline) antar Menteri Pertahanan ASEAN untuk merespon situasi darurat yang terjadi di laut, untuk meminimalisir adanya misintepretasi dan eskalasi antar-negara. Video berita peluncuran ADI(hyperlink).


Klik disini untuk mengakses website ASEAN Defence Ministers Meeting (ADMM):

https://www.mindef.gov.sg/oms/imindef/resourcelibrary/cyberpioneer/topics/articles/features/2018/jan18_cs.html