ASEAN Defense Ministers' Meeting (ADMM) merupakan Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN yang membahas penguatan kerja sama pertahanan di kawasan guna meningkatkan transparansi, keterbukaan dan rasa saling percaya di antara negara-negara anggota ASEAN.

Aeromedical Evacuation yang diperagakan oleh perwira Angkatan Udara Indonesia dan Thailand pada kegiatan gelar latihan bersama AMHEX 2016, September 2016 di Utapao International Airport , Thailand.

(Foto: Dit. KS Polkam ASEAN, Kemlu)

ADMM merupakan platform kerja sama antar-Menteri Pertahanan ASEAN yang bertujuan untuk meningkatkan Confidence Building Measures (CBM) serta menjaga perdamaian dan stabilitas keamanan di kawasan melalui dialog dan kerja sama praktis.

ADMM-Plus merupakan bentuk perluasan kerja sama Pertahanan ADMM dengan melibatkan 8 (delapan) Negara Mitra Wicara ASEAN, yakni Amerika Serikat, Australia, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Jepang, Republik Korea (ROK), Selandia Baru, India, dan Rusia.

 

Perkembangan Kerja Sama

Sejak pelaksanaan The Inaugural Meeting of ADMM di Kuala Lumpur, Mei 2006, dan The Inaugural ADMM-Plus di Ha Noi, Oktober 2010, telah banyak kemajuan yang dicapai oleh ADMM dan ADMM-Plus, mulai dari kerja sama capacity building, pembangunan rasa saling percaya, hingga kerja sama yang bersifat praktis dan konkret seperti peningkatan koordinasi dan interoperabilitas antar personil pertahanan dan militer negara-negara anggotanya.

Dalam rangka mengimplementasikan kerja sama dimaksud, dibentuklah sejumlah ADMM-Plus Experts’ Working Groups (EWGs) pada 7 (tujuh) area yang telah disepakati bersama, antara lain: 

  1. Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR)
  2. Military Medicine (MM)
  3. Counter Terrorism (CT)
  4. Maritime Security (MS)
  5. Peacekeeping Operations (PKO)
  6. Humanitarian Mine Action (HMA)
  7. Cyber Security (CS)

 

Untuk mempermudah koordinasi dan implementasi kegiatan-kegiatan EWG, setiap EWG memiliki sistem Keketuaan Bersama (co-chairmanship) yang dipegang oleh 2 negara (1 Negara Anggota ASEAN dan 1 Negara Mitra Wicara) selama periode 3 tahun. Untuk periode 2017-2020, Indonesia akan menjadi Co-chair ADMM-Plus EWG on Peacekeeping Operations bersama dengan Australia.

 

Capaian Kerja Sama

  • Secara khusus, kerja sama di bidang PKO telah berkembang dengan pesat, antara lain dengan didirikannya ASEAN Peacekeeping Centers Network (APCN) yang merupakan platform kerja sama antar-Peacekeeping Centers di Negara-Negara Anggota ASEAN untuk saling berbagi informasi dan kapasitas. Hingga saat ini, APCN telah melakukan 4 kali pertemuan. Indonesia selaku Co-chair ADMM-Plus EWG on PKO periode 2017-2020, direncanakan akan menjadi Tuan Rumah Pertemuan ke-5 APCN pada tahun 2017.

Selain APCN, pencapaian lain dari area kerja sama PKO adalah telah dilaksanakannya ADMM-Plus EWG Peace Keeping Operation / Humanitarian Mine Action Exercise atau Latihan Bersama bertema PKO dan HMA di Pune, India, pada Januari 2016. 

  • Area kerja sama lain yang mengalami kemajuan pesat adalah HADR. Berbagai capaian mengemuka yang telah dihasilkan, antara lain Pembentukan ASEAN Centre of Military Medicine (ACMM) yang merupakan pusat koordinasi pemberian bantuan medis militer dalam penanganan bencana di kawasan; serta dilaksanakannya kegiatan ADMM-Plus EWG Humanitarian Assistance and Disaster Relief / Military Medicine Joint Exercise (AM-Hex) di Chonburi, Thailand, pada September 2016.

 

  • Area lain yang menjadi fokus utama Indonesia dalam kerja sama ADMM/ADMM-Plus adalah Maritime Security (MS) dan Counter Terrorism (CT). Salah satu kegiatan terbesar dalam konteks MS/CT adalah telah dilaksanakannya Latihan Bersama ADMM-Plus EWG Maritime Security / Counter Terrorism Exercise di Brunei Darussalam dan Singapura pada Bulan Mei 2016. Tidak hanya itu, kemajuan pesat kerja sama MS juga ditandai dengan dibentuknya ADMM Direct Communication Link (DCL), yang merupakan jalur komunikasi cepat untuk merespon situasi darurat, terkait keamanan maritim di kawasan.


Klik disini untuk mengakses webiste ASEAN Defence Ministers Meeting (ADMM):