ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime (AMMTC) merupakan pertemuan setingkat menteri yang khusus membahas mengenai isu-isu kejahatan lintas negara di ASEAN. Pertemuan AMMTC pertama kali dilaksanakan pada tahun 1997.

Ketua Delegasi RI, mantan Kapolri Jenderal Pol (Purn) Badrodin Haiti, menyampaikan intervensi pada Pertemuan ke-10 AMMTC, Oktober 2015, di Kuala Lumpur, Malaysia.

(Foto: jagatara.co)

AMMTC merupakan lembaga pengambil keputusan bagi mekanisme-mekanisme setingkat pejabat senior yang berada di bawah koordinasinya, antara lain:

  • ASEAN Senior Officials’ Meeting on Transnational Crime (SOMTC), dan
  • ASEAN Directors-General of Immigration Departments and Heads of Consular Affairs Divisions of Ministries of Foreign Affairs Meeting (DGICM).

Sepuluh (10) jenis kejahatan lintas negara yang menjadi area kerja sama prioritas AMMTC/SOMTC adalah:

1) terorisme; 2) perdagangan gelap narkoba (illicit drug trafficking); 3) perdagangan manusia (trafficking in person); 4) pencucian uang (money laundering); 5) penyelundupan senjata (arms smuggling); 6) pembajakan di laut (sea piracy); 7) kejahatan ekonomi internasional (international economic crime); 8) kejahatan dunia maya (cybercrime); 9) penyelundupan manusia (people smuggling); 10) penyelundupan hewan langka dan kayu ilegal (wildlife and timber trafficking).

AMMTC pertama kali dilaksanakan pada tahun 1997 dan selanjutnya diselenggarakan setiap 2 (dua) tahun sekali.

Ketua AMMTC 2017-2018 adalah Filipina dan Ketua SOMTC 2017-2018 adalah Laos. 

Pertemuan AMMTC ke-10 diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada tanggal 28 September – 1 Oktober 2015 dan pertemuan AMMTC ke-11 diselenggarakan di Manila, Filipina pada 20 September 2017. Sementara itu, Pertemuan ke-17 SOMTC diselenggarakan di Vientiane, Laos, pada tanggal 23-26 Mei 2017. Adapun pada tahun sebelumnya, Pertemuan ke-16 SOMTC diselenggarakan di Jakarta, Indonesia, pada tanggal 23-26 Mei 2016, di bawah keketuaan Indonesia.

Program kerja SOMTC dalam penanggulangan isu-isu kejahatan lintas negara tertuang di dalam SOMTC Work Programme to Implement ASEAN Plan of Action to Combat Transnational Crime yang dikeluarkan secara periodik per tiga tahunan. SOMTC Work Programme yang berlaku saat ini adalah untuk periode 2016-2018.

Tiga (3) area kerja sama di bawah mekanisme SOMTC yang telah memiliki pertemuan setingkat working group (WG), yakni: terrorism, trafficking in persons, dan cybercrime. Terkait hal ini, Indonesia merupakan voluntary lead shepherd area kerja sama Pemberantasan Terorisme.

 

Kerja Sama dengan Mitra Wicara

ASEAN juga aktif menjalin kerja sama dengan Mitra Wicara ASEAN dalam upaya pemberantasan kejahatan lintas negara. Kerja sama tersebut tertuang dalam berbagai deklarasi bersama (joint declarations), memorandum of understanding (MoU), plan of action (PoA), dan work plan yang mencakup berbagai inisiatif dan proyek kerja sama. Di tingkat AMMTC, ASEAN memiliki mekanisme dialog AMMTC + Dialogue Partner Consultation masing-masing dengan RRT, Jepang, dan Plus Three (RRT, Jepang, Republik Korea (ROK)). Sementara itu, di tingkat SOMTC, ASEAN memiliki mekanisme dialog SOMTC + Dialogue Partner Consultation masing-masing dengan RRT, Jepang, ROK, Plus Three, Amerika Serikat, Uni Eropa, India, Australia, Rusia, Selandia Baru, dan Kanada.

 

Klik disini untuk mengunduh dokumen ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime (AMMTC):

Konvensi dan Perjanjian:

Deklarasi dan Pernyataan:

Rencana Tindakan:

Panduan:

Pernyataan Bersama:

2013

2015

2017

  •