Keketuaan Tahun Berjalan

Singapura adalah Ketua ASEAN pada tahun 2018, menggantikan Filipina yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua ASEAN pada tahun 2017

Perdana Menteri Lee Hsien Loong meluncurkan Keketuaan Singapura di ASEAN tahun 2018 dalam acara Experience ASEAN Carnival di Bishan-ang Mo Kio Fiscus Park, Singapura pada tanggal 12 Januari 2018.

(Sekretariat ASEAN)

            Perdana Menteri (PM) Singapura, Lee Hsien Loong, telah melakukan peluncuran (launch) secara resmi keketuaan Singapura di ASEAN pada tanggal 12 Januari 2018 di Bishan-Ang Mo Kio Fiscus Park,Singapura.

            Dalam sambutannya, PM Lee Hsien Loong menyampaikan bahwa ASEAN telah memberikan manfaat bagi rakyat seluruh negara anggotanya. Sebagai Ketua ASEAN, Singapura akan memulai dengan proyek-proyek memperkuat ketahanan di kawasan Asia Tenggara terhadap ancaman bersama seperti terorisme, kejahatan siber, dan perubahan iklim serta mempromosikan skema yang dapat membantu perekonomian negara-negara anggotanya untuk berinovasi dan memanfaatkan teknologi maju.

PM Lee menyatakan pula bahwa Singapura akan berbuat yang terbaik untuk memajukan ASEAN sesuai dengan tema keketuaannya, yakni ketahanan dan inovasi (resilience and innovation).

Sumber : Prime Minister's Office of Singapore


Enam prioritas Keketuaan Filipina di ASEAN pada tahun 2017 yaitu:

1. Menuju ASEAN yang berorientasi dan berpusat pada rakyat (people-oriented and people-centered):

  • Menghormati hak asasi manusia, termasuk wanita, anak-anak, dan hak-hak pekerja migran,
  • Mendorong dan melindungi hak-hak kelompok rentan dan meningkatkan akses mereka ke pelayanan sosial,
  • Meningkatkan penghargaan warisan budaya ASEAN dan memperkuat identitas budaya ASEAN,
  • Meningkatkan akses kesehatan dan peningkatan gizi,
  • Mendukung peran pegawai negeri sipil sebagai katalis untuk mencapai visi ASEAN 2025.

2. Stabilitas dan perdamaian di kawasan:

  • Mempromosikan kerjasama regional,
  • Membangun upaya moderasi dan dukungan bagi pekerjaan Lembaga Perdamaian dan Rekonsiliasi ASEAN,
  • Melawan kekerasan Ekstrimis,
  • Memperkuat kerjasama dalam mengawasi dan mencegah penggunaan obat-obatan berbahaya,
  • Memperkuat kerjasama dalam pencegahan perdagangan manusia.

3. Keamanan dan kerjasama maritim:

  • Resolusi damai terhadap sengketa sesuai dengan prinsip universal yang diakui hukum internasional, seperti United Nationas Convention on Law of the Sea (UNCLOS) tahun 1982,
  • Bekerja sesuai dengan kerangka COC di Laut Cina Selatan,
  • Mempromosikan advokasi Filipina pada aturan hukumnya,
  • Memperkuat kepatuhan kawasan dan kepatuhan terhadap instrumen internasional yang relevan yang berkaitan dengan keselamatan dan keamanan maritim.

4. Inclusive, innovation-led growth:

  • Mempromosikan peningkatan dan konektivitas di BIMP-EAGA,
  • Mengintegrasikan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di ekonomi digital,
  • Mengembangkan dorongan inovasi ekonomi.

5. ASEAN’s resiliency:

  • Mempromosikan pengurangan dan manejemen risiko bencana dan adaptasi perubahan iklim,
  • Mempromosikan Pusat Koordinasi ASEAN untuk Bantuan Kemanusiaan (AHA Centre) dalam manajemen bencana,
  • Peningkatan kepentingan dari ASEAN Biodiversity Centre.

6. ASEAN: A model of regionalism, a global player:

  • Memperkuat lembaga-lembaga dan pusat ASEAN diseluruh kawasan,
  • Mengadvokasi keanggotaan Timor-Leste dalam ASEAN,
  • Memberikan pernyataan di Badan PBB mengenai isu-isu regional dan internasional,
  • Mengeluarkan pernyataan tentang isu-isu krisis regional dan internasional,
  • Mengusulkan pemutakhiran Piagam ASEAN,
  • Melakukan konferensi dan seminar dalam rangka memperingati tahun ke-50 ASEAN.

 

www.asean2017.ph