JAKARTA - Negara-negara ASEAN beserta China, Jepang, dan Korea Selatan (ASEAN+3) berkomitmen meningkatkan ketahanan ekonomi regional untuk mendukung pertumbuhan ekonomi global yang berkelanjutan. 

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara mengatakan, negara-negara ASEAN+3 terus mewaspadai risiko ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian, baik akibat adanya kebijakan proteksionisme, percepatan pengetatan kondisi keuangan global, maupun risiko geopolitik.

Karena itu, dalam pertemuan Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan ASEAN+3 di Manila, Filipina, semuanya sepakat melanjutkan kerja sama keuangan regional melalui pertukaran pandangan mengenai perkembangan ekonomi global dan regional terkini, respons kebijakan, serta kerja sama untuk memperkuat ketahanan ekonomi regional. 

Pada pertemuan juga ditegaskan komitmen melaksanakan kebijakan makroekonomi yang prudent termasuk bauran kebijakan dengan kebijakan moneter, fiskal, makroprudensial dan struktural yang tepat untuk mendorong pertumbuhan yang kuat, berkelanjutan, seimbang dan inklusif, sekaligus meningkatkan ketahanan ekonomi dan keuangan kawasan. 

Pertemuan tersebut juga dihadiri lembaga internasional seperti ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO), Asian Development Bank (ADB), dan International Monetary Fund (IMF) sebagai partner ASEAN+3. 

"Kehadiran lembaga-lembaga tersebut dimaksudkan untuk bertukar pandang mengenai kondisi terkini dan prospek ekonomi global dan regional," ujar Mirza dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu (5/5/2018). 

Dalam pertemuan, para Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan ASEAN+3 menegaskan, dalam sistem keuangan global yang semakin terintegrasi, kerja sama yang lebih kuat di berbagai jaring pengaman keuangan global sangat penting untuk mencegah krisis di masa depan dan untuk menjaga stabilitas keuangan global. 

Para Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan sepakat untuk melanjutkan kerja sama untuk memperkuat peran Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM) sebagai bagian penting dari jaring pengaman keuangan regional, dengan terus menjaga dan meningkatkan kesiapan operasionalnya.