Peringatan hari ulang tahun ASEAN (Assosiation of Southeast Asian Nations) di Car Free Day Dago, Kota Bandung pada Minggu (26/11/2017) berlangsung meriah.

Nampak, sejumlah komunitas Cosplay ditugaskan membawa dan mengibarkan bendera-bendera negara anggota ASEAN dengan jumlah 10 bendera ditambah satu bendera ASEAN.

Direktur Kerjasama Politik Keamanan (Polkam) ASEAN dari Kementerian Luar Negeri RI, Chandra Widya Yudha menjelaskan, selain di Kota Bandung, hari jadi ASEAN ke 50 tahun ini juga sempat dilaksanakan di Jakarta pada bulan Agustus 2017 lalu. Ia menyebut, dengan diadakannya peringatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat luas mengenai ASEAN.

"Kami selenggarakan ultah ASEAN ke 50 tahun yang jatuh pada 8 Agustus lalu ini dengan semarak dan dengan berbagai kegiatan-kegiatan yang sifatnya meningkatkan pemahaman masyarakat luas terhadap ASEAN," katanya.

Pelaksanaan kegiatan di Kota Bandung sendiri dilaksanakan dengan mengkombinasikan kebudayaan setempat, seperti seni rampak gendang, pencak silat, dan atraksi tradisional lainnya.

"Kami ingin menunjukan bahwa kesenian-kesenian ini bagian dari ASEAN dan masyarakat Kota Bandung," ujarnya.

Chandra mengungkapkan, untuk kegiatan ini, pihaknya bekerjasama dengan Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian luar negeri dan pusat studi ASEAN, seperti Universitas Padjadjaran dan beberapa universitas lainnya yang juga memiliki kegiatan penelitian studi mengenai ASEAN.

"Kami juga libatkan beberapa kelompok seni masyarakat umum dalam penyelenggaraan parade ASEAN kali ini," katanya.

Dalam parade ini juga para peserta berjalan menyampaikan pesan-pesan sambil membawakan simbol bendera-bendera dan display anggota ASEAN.

"Dalam kesempatan ini kami juga membagikan brosur serta dokumen, buku publikasi mengenai ASEAN ke kalangan warga, pelajar, dan mahasiswa, guna meningkatkan kesadaran warga terhadap keberadaan ASEAN," tutupnya.

Sumber: Galamedia News