Jakarta, CNN Indonesia -- Ratusan penyair Asia Tenggara berkumpul di Kudus dalam rangka penyelenggaraan Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) ke XI pada Jumat (28/6) lalu hingga Minggu (30/6) ini.  Ratusan penyair itu terdiri dari 100 penyair Nusantara, 6 penyair dari Malaysia, 7 penyair dari Singapura, 6 penyair dari Thailand dan 4 penyair dari Brunei Darussalam. 

Mengusung tema "Puisi Untuk Persaudaraan dan Kemanusiaan", acara ini menjadi peristiwa sastra atau budaya rutin tahunan yang juga untuk menjalin komunikasi antar penyair nusantara, membahas perkembangan sastra dan kebudayaan, membuat antologi puisi bersama serta membaca sajak di atas panggung yang sama.

Mustofa Bisri atau kerap disapa Gus Mus menjadi salah satu penyair yang ikut unjuk gigi dalam acara puncak bertajuk 'Panggung Penyair ASEAN' di Menara Kudus, Sabtu (29/6). Dia tampil membawakan tiga judul puisi yakni "Hanin," "Mulut," serta "Tadarus." 

Selain dirinya, ada pula penampilan dari Presiden Penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bachri, D. Zawawi Imron, Thomas Budi Santoso, dan Sosiawan Leak. Sejumlah penyair dari Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, dan penyair dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain Emy Suy, Fikar W. Eda, Taufiq Ikram, Didit Endro, Rini Intama, Warih Wisatsana, Imam Maarif juga terlibat di panggung yang sama. 

"Kami ingin bersama-sama dengan kawan-kawan dari lima negara menumbuhkan tradisi penulisan puisi, banyak dibaca, melibatkan banyak peserta dan guru, dan pada akhirnya sastra nusantara bisa tumbuh dan berkembang dengan baik," kata Ahmadun Yosi Herfanda selaku Ketua Tim Kurator Indonesia dalam keterangan yang diterima CNNIndonesia.com.