Liputan6.com, New Delhi - India merupakan salah satu negara yang dikenal sebagai produsen tekstil dan pakaian terbesar di dunia. Ini dibuktikan dengan jumlah ekspor di bidang sandang ke ASEAN.

Pernyataan itu disampaikan oleh Menteri Urusan Tekstil dan Informasi & Penyiaran India (Textiles and Information & Broadcasting Minister), Smriti Zubin Irani, dalam acara Weaving Textile Relations di Hotel The Lalit, New Delhi, Selasa, 23 Januari 2018.

"Pada tahun 2016, India mengekspor tekstil dengan nilai 1,203 juta dolar ke ASEAN dan mengimpor pakaian dengan total nilai 46 juta dollar dari ASEAN," tutur Menteri Irani.

Dalam rangkaian acara ASEAN-India Commemorative Summit 2018 itu, sejumlah kain dan pakaian khas India juga ditampilkan oleh sejumlah model, mulai dari sari hingga pakaian kontemporer.

Sejarah dan kesamaan tekstil antara negara-negara ASEAN dan India pun turut dijelaskan dalam acara itu, misalnya saja cara pembuatan dan bahan yang digunakan.

Batik, salah satu warisan budaya khas Indonesia, tak lupa disebut dan ditampilkan dalam kegiatan itu, yang mana dihadiri oleh delegasi negara-negara ASEAN dan India.

Selain itu, terdapat sejumlah stand yang memamerkan tekstil, pakaian, dan kerajinan tangan dari negara-negara ASEAN.

Di akhir pidato, Irani berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk diimplementasikan antar negara.

"Saya berharap diskusi ini tak hanya sekedar perencanaan, tapi juga bisa diimplementasikan," ujar Irani yang juga terlihat mengenakan sari.

"Saya berharap program ini jadi awal dari era baru pembuatan, peluang, dan sektor kerajinan kita yang lebih baik," imbuhnya.