Wamenlu ajak jurnalis ASEAN mengheningkan cipta untuk korban tragedi Christchurch

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Wakil Menteri Luar Negeri RI, Abdurrahman Mohammad Fachir, menyatakan keprihatinannya atas peristiwa penembakan brutal di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru. Ia pun mengajak peserta Regional Seminar and Workshop for ASEAN Journalists untuk mengheningkan cipta bagi para korban.

“Kami cukup kaget dengan apa yang terjadi di Selandia Baru, negara yang sangat dikenal damai, sangat toleran, kejadian itu ada,” ujarnya di Ayodya Resort, Denpasar Bali, Senin (18/3). Pemerintah Indonesia sangat sedih karena peristiwa tersebut memakan banyak korban, termasuk warga Indonesia. Peristiwa ini, menurut Fachir, menjadi pelajaran bagi Indonesia bahwa terorisme bisa terjadi di mana saja.

Fachir mengatakan, penanganan terorisme tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja, namun membutuhkan keterlibatan elemen lain. Saat ini, Kemenlu telah menyampaikan standar yang harus dilakukan pascakejadian bagi WNI.