JOGJAKARTA CAKRAWALA. CO, – Kementrian Luar Negeri ( kemenlu RI ) dan universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu ( 10/3/2018) menjalin kerjasama mendirikan Pusat studi ASEAN (PSA) di Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta (UMY).

Kerjasama dituangkan dalam bentuk penandatanganan MoU antara UMY dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) yang ditandatangani oleh Rektor UMY, Dr Ir Gunawan Budiyanto, MP. dan Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN, yang diwakili oleh Sekjen Dirjen Kerjasama ASEAN Kemlu RI, Ashariyadi.

Setelah penandatanganan MoU bersama Rektor UMY, acara dilanjutkan dengan kuliah umum yang bertemakan “ASEAN: Capaian dan Tantangan Kedepan” di ruang Amphitheater gedung KH Ibrahim lantai 5 UMY.

Dalam kesempatan tersebut, Sekjen Dirjen Kerjasama ASEAN Kemlu RI, Ashariyadi mengungkapkan tujuan Dirjen Kerjasama Kemenlu RI mendirikan pusat studi ASEAN di UMY. Tujuan utamannya adalah ingin melakukan penguatan identitas dan kesadaran mengenai keberadaan ASEAN di tanah air.

“ Selain pengkajian, PSA ini memiliki tujuan sebagai bentuk penyebarluasan pengetahuan mengenai ASEAN pada publik di tingkat domestik. Sebab Indonesia sendiri masih tertinggal dari Thailand dan Singapura terkait pemahamannya mengenai ASEAN,” Ungkap Ashariyadi.

Ashariyadi menambahkan, Pusat Studi ASEAN UMY merupakan PSA yang ke 53 yang ada di Indonesia. Peluang dari ASEAN masih sangatlah banyak yang harus dipahami, dan harus dimanfaatkan di berbagai sektor dari 3 pilar kerjasama ASEAN.

“Dengan adanya PSA ini di UMY, kami ingin mencetak agen of change, agar para mahasiswa lebih memahami dan dapat menyebarluaskan ASEAN ke luar kampus,” Katanya.

Sementara itu, Ali Muhammad, Ph.D ketua Pusat Studi ASEAN (PSA) UMY mengatakan PSA ini sangat penting. Inisiasi awal pembentukan PSA merupakan inisiasi dari kepala Program Studi Hubungan Internasional FISIPOL. PSA ini bukan di bawah prodi, namun sudah di level universitas. PSA ini bersifat multidisipliner dan diisi oleh berbagai macam program studi.

“Untuk macam-macam program studi di dalamnya mulai dari prodi HI, Kedokteran, Hukum, hingga Pertanian. Pusat Studi ini memiliki fokus pada pengembangan, riset, dan publikasi yang berfokus tentang ASEAN dan dinamika di Asia Tenggara. Pusat Studi ini juga merupakan pusat studi pertama yang ada di Perguruan Tinggi Muhammadiyah,” ungkap Ali Muhammad. ( Okta )

Selengkapnya Cakrawala