VIVA – Hari ini, komunitas negara-negara Association of South East Asia Nations/ASEAN atau disebut juga sebagai Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara, mencetuskan hari bebas kendaraan bermotor se ASEAN di Jakarta. 

Dengan jargon 'Asean Car Free Day  (ASEAN CFD)', kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan Indonesia (Kemenkes) ini didukung pula oleh negara-negara anggota ASEAN. Tujuannya, untuk menciptakan gaya hidup sehat.

Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek dalam kesempatan itu menyebut bahwa faktor lingkungan sangat berpengaruh terhadap kesehatan seseorang. Menurutnya, dengan membatasi area tertentu dengan kegiatan CFD tentunya mampu mengurangi angka polusi, sehingga jika dilakukan secara berkala akan memberikan dampak bagi kesehatan.

"Kita tahu betul bahwa faktor lingkungan sangat berpengaruh. Jika udara bersih tidak ada polusi, akhirnya penyakit akan berkurang," ujarnya di Kantor Koordinator bidang Pembangunan Manusia Jakarta Pusat, Minggu 5 Agustus 2018.

Tak hanya itu, Menkes menyebut bahwa Indonesia selama ini telah menjadi pelopor CFD se ASEAN sejak 2002. Menurutnya, ini adalah hal yang sangat positif, bahkan berdampak kepada negara di Asean lainnya, seperti Malaysia dan Brunei Darusalam, yang mulai melakukan kegiatan serupa.