REPUBLIKA.CO.ID,  BANDUNG -- Memasuki milad yang ke-60 tahun, Universitas Islam Bandung (Unisba) menargetkan bisa menjadi kampus yang dikenal dan berkontribusi di negara-negara ASEAN pada 2025-2026. Wakil Rektor III Unisba Asep Ramdan Hidayat berharap bisa memberikan kontribusi lebih luas bukan hanya di nasional, melainkan juga regional ASEAN.

"Kami ingin menjadi kampus yang bisa memberikan kontribusi di ASEAN pada 2025 serta bisa berkontribusi di Asia pada 2030," ujar Asep kepada wartawan di acara Pembukaan Milad Unisba ke-60, Senin (7/5).

Asep mengatakan, Unisba ingin memperlihatkan kemampuan di tingkat global. Untuk itu, Unisba terus melakukan berbagai persiapan serta evaluasi agar target tersebut bsia tercapai. "Kami juga terus mengajak ke semua civitas academica untuk sama-sama ke depan membawa penelitian ke tingkat regional," katanya.

Asep menjelaskan, upaya lain yang dilakukan adalah dengan menggenjot kerja sama di tingkat Asia. Di antaranya dengan Filipina, Unisba sudah kerja sama dengan empat perguruan tinggi. Selain itu, kerja sama dilakukan juga dengan Singapura, Malaysia, dan Thailand."Kami sedang menjajaki kerja sama dengan Vietnam," katanya.

Selain itu, kata dia, Unisba pun rutin menghadiri undangan forum silaturahim pemuda ASEAN. Dalam setiap kesempatan di forum ASEAN, Unisba selalu memosisikan sebagai universitas islam yang menjadi identitas."Nilai keislaman ini menjadi nilai tambah Unisba dalam menghadapi kompetisi di tingkat global," katanya.

Rektor Unisba Edi Setiadi mengatakan, Unisba saat ini makin mengembangkan diri dengan mendirikan fakultas kedokteran dan farmasi serta pengembangan prodi lainnya. Unisba juga mendirikan lembaga dan badan penunjang. Perjuangan seperti ini telah menempatkan Unisba sebagai perguruan tinggi terkemuka karena masih tetap berada pada 100 perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.