Liputan6.com, Kuching - Seorang aktivis sosial di Malaysia, Datuk Seri Ang Lai Soon mengatakan bahwa pekerjaan untuk mengatasi persoalan kabut asap lintas batas di Asia Tenggara, bukan hanya urusan satu negara saja, melainkan tugas bagi para anggota ASEAN.

Hal itu disampaikannya ketika persoalan kabut asap dari wilayah Indonesia kembali menjadi momok bagi negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. "Negara-negara ASEAN harus bertemu untuk menyelesaikan kabut lintas batas dan polusi asap yang menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan dan kesejahteraan orang-orang di kawasan ini," kata Soon dalam sebuah pernyataan tertulis di Kuching, seperti dikutip dari Malay Mail, Senin (12/8/2019).

Soon menambahkan bahwa negara-negara ASEAN perlu menangani masalah berulang lebih serius kali ini karena mereka telah bertemu beberapa kali selama bertahun-tahun, meskipun tampaknya tindakan yang diambil tidak efektif.  "Kami tentu ingin negara-negara ASEAN terlibat untuk bertemu dan berbicara, tetapi sikap tegas harus diambil. Masalah polusi yang berulang ini harus diselesaikan sekali dan untuk semua."

"Tindakan definitif ... tindakan yang akan menghasilkan hasil yang memuaskan dan efektif adalah semua yang diminta warga negara yang terkena dampak ini. Tidak lebih dan tidak kurang," lanjutnya. Sementara itu, seperti dilaporkan The Strait Times pada 6 Agustus 2019, Malaysia dikabarkan akan meminta negara-negara anggota ASEAN untuk mengambil langkah-langkah proaktif untuk menghindari kabut asap lintas batas selama pertemuan dua hari di Brunei mulai Selasa 6 Agustus.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Energi, Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Lingkungan, dan Perubahan Iklim Malaysia mengatakan, Negeri Jiran ingin upaya bersama dilakukan sesuai dengan Perjanjian ASEAN tentang kabut asap lintas-batas yang diratifikasi oleh negara-negara anggota.