KBRN,Garut : Persaingan Perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN dampaknya cukup berpengaruh buruk terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat khususnya bagi para pelaku usaha UMKM,tidak terkecuali sangat berdampak terhadap industri kulit Sukaregang Garut.

"Harga jual produk dari industri kulit yang telah dikemas atau diproduksi menjadi beranekaragam kerajinan handycraft dari mulai jaket kulit,septu dan berbagai aksesotis berbahan kulit dinilai masyarakat cukup mahal sehingga hanya bisa terjangkau oleh kalangan masyarakat ekonomi menengah keatas,"ujar  Wakil Ketua Asosiasi Penyamak Kulit Indonesia (APKI) kabupaten Garut,Anay Sukandar,Rabu (6/02/2019).

Sementara menurut Sukandar berbagai produk dari luar negri khususnya dari cina secara sporadis membanjiri perdagangan dalam negri dengan harga murah dan terjangkau oleh seluruh kalangan masyarakat.

"Produk kita kalah bersaing dalam persoalan harga namun tidak kalah dalam persoalan kualitas barang,namun sayangnya produk kita khususnya industri kulit tidak bisa bersaing harga dengan pasar luar negri soalnya tidak sebanding denan iaya operasional yang sangat tinggi.Dimana,dari mulai bahan baku hingga obat obatan dibandrol dengan harga tinggi serta hampir 80 persen merupakan produk impor,"paparnya.

Sukandar menambahkan,seharusnya pemerintah bisa membantu memberikan ruang atau membuka pasar untuk industri pwnyamakan atau kerajinan kulit.