Jakarta (ANTARA) - Indonesia mendorong penguatan kerja sama kesehatan antara Perhimpunan Bangsa - Bangsa Asia Tenggara dan mitra - mitranya, guna mengatasi pandemi COVID-19.

Dalam rangkaian pertemuan dengan mitra ASEAN pada Selasa (3/8), Indonesia yang diwakili Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar menggarisbawahi masih tingginya kebutuhan vaksin COVID-19, tetapi suplai vaksin belum terbagi rata.

Selain itu, masih terdapat pandangan negatif terhadap vaksin tertentu. Hal ini disampaikan menyusul laporan sejumlah negara, di antaranya singapura dan Arab Saudi, yang tidak mengakui vaksin COVID-19 Sinovac buatan China, yang paling banyak digunakan di Indonesia.