Jakarta, CNN Indonesia -Perusahaan di Asia Tenggara disebut-sebut memiliki tingkat optimisme tertinggi dan paling menjanjikan di dunia, terutama dalam prospek perdagangan dan aktivitas komersial.

Dalam hasil laporan HSBC Global terungkap, sebanyak 88 persen perusahaan ASEAN memiliki optimisme dalam prospek perdagangan luar negeri. Persentase itu lebih tinggi dibanding blok perdagangan kawasan lain, dan lebih tinggi dari rata-rata optimisme perusahaan global yang hanya sebesar 77 persen.

Presiden Direktur PT Bank HSBC Indonesia Sumit Dutta menilai laporan ini dapat mendukung prospek bisnis di ASEAN dan menjadi indikator dari peningkatan proteksionisme negara-negara di masa mendatang.
"Hal itu menimbulkan pertanyaan apakah mereka meremehkan risiko perdagangan akibat meningkatnya proteksionisme atau mencoba melihat peluang di tengah konflik perdagangan. Apapun itu, rantai suplai akan beralih ke ASEAN dan perusahaan harus siap," jelasnya dalam siaran pers, Senin (5/11).

Jelas saja, perang dagang antara AS dengan China menjadi salah satu contoh tingginya proteksionisme dalam perdagangan internasional. Namun, laporan tersebut memaparkan kebijakan kenaikan tarif impor kedua negara justru turut membuka peluang bagi pasar ASEAN untuk meningkatkan ekspor.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) pernah memperkirakan ekspor komoditas baja hingga buah-buahan di Indonesia dapat meningkat jika perang dagang antara dua negara raksasa itu terus berlangsung. Pasalnya, kedua negara akan saling mencari sumber impor baru demi kelangsungan industri di dalam negeri.