JAKARTA

Sejumlah negara di Asia Tenggara mulai melonggarkan lockdown seiring semakin menurunnya kasus Covid-19.

Malaysia mulai Senin sudah melonggarkan aturan Movement Control Order (MCO) atau semacam karantina wilayah sebagaimana keputusan Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yasin.

Dalam aturan baru yang disebut Conditional Movement Control Order ini (CMCO), outlet perbelanjaan sudah boleh buka kembali dan warga boleh mengendarai mobil pribadi dengan batas maksimal 4 orang.

Namun demikian, Dirjen Kesehatan Malaysia Noor Hisham Abdullah menjelaskan aturan ini sekedar melonggarkan bukan mencabut MCO karena fase terakhirnya berakhir pada 12 Mei.

“Salah jika publik berpikir pemerintah telah mengangkat MCO dan mereka sekarang dapat merayakannya,” ujar Noor Hisham dalam konferensi pers pada Minggu.

Noor Hisham mengingatkan warga Malaysia untuk tetap waspada karena jumlah kasus baru Covid-19 kembali menjadi tiga digit pada Sabtu dan Minggu.

Sedangkan pada Senin, Malaysia kembali mencatat kasus baru sebanyak dua digit yakni 55 kasus.

Total keseluruhan kasus Covid-19 di Malaysia mencapai 6.353 kasus dengan 105 kematian. Sedangkan pasien sembuh mencapai 4.484.

Sektor bisnis Singapura kembali berjalan

Singapura juga mengumumkan rencana pelonggaran lockdown mulai 5 Mei pada sektor bisnis dan akan dilanjutkan secara bertahap sampai 1 Juni.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Singapura Lawrence Wong menyampaikan sekolah akan memulai kembali kegiatan belajar tatap muka pada 19 Mei.

Namun, kata dia, aturan itu diprioritaskan untuk siswa yang membutuhkan fasilitas bangunan sekolah seperti praktik atau kursus.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Singapura Gan Kim Yong menyampaikan pada Senin bahwa lockdown benar-benar dicabut jika kasus Covid-19 komunal atau yang menginfeksi warga Singapura turun menjadi nol atau satu digit.

Kementerian Kesehatan Singapura pada Senin mencatat lebih dari 18.000 kasus Covid-19, namun didominiasi oleh pekerja asing.

Selengkapnya tautan berikut