Berprestasi selama menjalani perkuliahan di perguruan tinggi tentu memberi nilai tambah bagi mahasiswa. Selain berkesempatan mempelajari hal baru di luar perkuliahan, mereka pun dapat mengharumkan nama kampus di mata dunia. Hal ini pula yang dilakoni oleh Gracia, Indra Ngadimin, Reynaldi Pramana, dan Shelly Pratiwi Ningsih, empat mahasiswa Trisakti School of Management (TSM) yang tergabung dalam tim Taxfourmation.

Setelah sukses menjuarai Deloitte Tax Challenge tingkat nasional, mereka mewakili Indonesia untuk bersaing dengan perwakilan masing-masing negara di ajang Deloitte South East Asia (SEA) Tax Challenge. Deloitte Tax Challenge 2018 merupakan sebuah ajang kompetisi pajak tahunan yang diadakan oleh Deloitte, salah satu firma akuntan publik terbesar di dunia. Kompetisi ini bertujuan untuk menggali pengetahuan dan kreativitas mahasiswa dalam memecahkan kasus pajak yang sering ditemukan pada bisnis di dunia nyata.

Tahun ini, Deloitte South East Asia (SEA) Tax Challenge kembali digelar pada tanggal 27-28 Februari 2018 di Kantor Deloitte Indonesia, Jakarta Pusat. Ajang kompetisi ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di negara-negara ASEAN seperti Filipina (University of the Philippines, Diliman), Thailand (Chulalongkorn University, Thammasat University), Singapura (Nanyang Technological University), Malaysia (Tuanku Abdul Rahman University College), dan Indonesia (Trisakti School of Management). 

Reynaldi, salah satu anggota tim Taxfourmation, menceritakan persiapan timnya dalam mengikuti Deloitte SEA Tax Challenge 2018. Selama hampir dua bulan, mereka mengasah kemampuan mereka dalam memecahkan kasus perpajakan. “Kami perlu belajar secara tim, bagaimana Kami bisa seimbang dan saling melengkapi satu sama lain.

Kami pun kembali mempelajari ulang materi melalui modul-modul yang ada di kampus,” ungkapnya. Selain persiapan pribadi dan kelompok, lanjut Reynaldi, mereka juga memperoleh persiapan dari kampus, mulai dari bimbingan dosen hingga pelatihan.

“Dari kampus, Kami diberi pelatihan-pelatihan untuk menyelesaikan kasus serta mengasah kemampuan berpikir analitik dan kritis. Saat persiapan babak final ASEAN, Kami memperoleh arahan dari dosen terkait materi apa saja yang perlu dipelajari secara mendalam,” tambahnya.