Laos

Savan-Seno Special Economy Zone (2003) di Provinsi Savannakhet

Boten Beautiful Land Specific Economy Zone (2003) di Provinsi Luang Namtha,
Golden Triangle Special Economy Zone (2007) di Provinsi Bokeo,
Saysettha Development Zone (2010) di Vientiane Capital,
Phou Khao Khouay National Park Specific Economy Zone (2010) di Ibukota Vientiane,
Vientiane Industrial and Trade Area (2011), Vientiane Capital,
Thatluang Lake Specific Economy Zone (2012) di Ibukota Vientiane,
Dongphosy Specific Economy Zone (2012) di Ibukota Vientiane,
Thakhek Specific Economy Zone (2012) di Provinsi Khammuane


Sumber : Panduan dan Informasi Bisnis di Kawasan Asia Timur dan Pasifik Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI


Sumber : www.mapsofworld.com & www.shutterstock.com

Hubungan ekonomi Indonesia dan Laos belum begitu berkembang meskipun kerja sama investasi telah dilakukan oleh kedua negara. Sejauh ini terdapat beberapa perusahaan dari Indonesia yang berniat untuk menanamkan investasi di Laos antara lain pada sektor pertanian (gula) dan pertambangan. Beberapa impor Laos dari Indonesia antara lain : pupuk, suku cadang kendaraan, barang modal, alat – alat mesin , obat – obatan dan elektronik

Peluang untuk berinvestasi terbuka bagi pengusaha Indonesia, terutama di sektor pertambangan, infrastruktur, pertanian, pariwisata, dan PLTA. Sementara itu, peluang juga terbuka lebar bagi TKI terlatih kita untuk bekerja di Laos. Beberapa kendala yang dihadapi dalam pengembangan hubungan perdagangan RI – Laos antara lain yaitu kondisi geografis Laos yang tidak berpantai (landlocked), barang-barang produksi Indonesia yang sulit bersaing di pasaran Laos karena juga diproduksi oleh negara tetangga Laos, dan belum adanya penerbangan langsung Indonesia-Laos. Jumlah penduduk Laos yang relatif kecil dengan daya beli yang rendah serta kurangnya informasi mengenai potensi dan peluang kerja sama ekonomi yang dapat dikembangkan juga menjadi kendala dalam meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara


Sumber : Trade Map ITC Trade statistics for International business development (www.trademap.org)

Komoditi Ekspor Laos Komoditi Impor Laos
  1. Pertanian
  2. Emas
  3. Tembaga dan pertambangan lainnya
  4. Listrik
  5. Kayu dan produk kayu
  6. Pakaian jadi
  1. Bahan-bahan konstruksi
  2. Mesin-mesin
  3. Kendaraan dan suku cadang
  4. Perlengkapan produksi
  5. BBM
  6. Makanan
  7. Barang konsumsi

 

Negara Tujuan Ekspor Utama Negara Importir Utama
  1. Thailand
  2. RRT
  3. Vietnam
  1. Thailand
  2. RRT
  3. Vietnam
  4. Jepang

Sumber : Trade Map ITC Trade statistics for International business development (www.trademap.org)

  1. Importir harus terdaftar di Kementerian Industri dan Perdagangan.
  2. Barang dan jasa yang diimpor harus tidak termasuk dalam daftar barang yang dilarang masuk Laos (Custom Laws 2011, pasal 31).
  3. Beberapa jenis barang diperlukan untuk mendapatkan lisensi dari Departement of Import and Export (DIMEX).
  4. Beberapa barang juga harus melewati inspeksi SPS dari instansi terkait.
  5. Semua barang impor harus membuat Import Declaration dengan mengisi ACDD form (Custom Law pasal 24).
  6. Untuk memfasilitasi impor clearance, dapat dilakukan pre-arrival custom declaration 7 hari sebelum kedatangan barang.
  7. Komoditas di Laos menggunakan 8 digit Harmonized System. Klasifikasi tarif di Laos sesuai dengan ASEAN Harmonized Tarif Nomenclature.
  8. Pembayaran duties dapat dilakukan di bank terdekat. Pada titik - titik perbatasan tertentu pembayaran hanya dapat dilakukan secara tunai.
  9. Importasi dapat pula dilakukan dengan Warehouse Regime atau Temporary Imports Regime

Semua produk barang yang masuk ke negara Laos untuk konsumsi harus mempunyai International Conformity Certification Program (ICPP) atau sertifikasi dari instansi terkait.


 

Laos terbuka pada investasi asing dan menawarkan peluang investasi cukup besar terutama di sektor pariwisata, PLTA, pertambangan, penebangan kayu dan pertanian.


Lao National Chamber of Commerce and Industry (LNCCFI)

Kaisone Phomvihane Avenue, Phonpana village, Xaysettha District, Vientiane Capital, Lao PDR 
P.O. Box: 4596
Telp. (856-21) 453 312 | Fax. (856-21) 452 580


  1. Furniture Fair (Januari)
  2. Life and Living Fair (April)
  3. Healthy Live Fair (Mei)
  4. Summer Fair (Mei)
  5. Fashion Fair (Juni)
  6. Lao Fun Fair (Juni)
  7. Season Fair (Juli)
  8. Modern Life Fair (Juli)
  9. Holiday Fair (Agustus)
  10. Consumer Fair (September)
  11. City Life Style Fair (September)
  12. Lao Handicraft (Nopember)
  13. Lao ITECC Trade Fair (November)

Sumber : Panduan dan Informasi Bisnis di Kawasan Asia Timur dan Pasifik Ditjen Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI

  1. Membuat makro ekonomi kondusif bagi rakyat.
  2. Meningkatkan produktifitas pertanian dan membangun sektor ekonomi non-pertanian.
  3. Mendorong investasi RRT, Thailand dan Vietnam, selain investor tradisional (Jepang dan Uni Eropa).
  4. Mendukung Mutual Recognition Arrangement (MRA) tenaga kerja profesional ASEAN.
  5. Memperbaiki semua aturan hukum yang menghambat ease for doing business.
  6. Membangun website (Trade Portal) yang memudahkan akses dokumen dan peraturan terkait perdagangan.

 

Sumber : Ditjen Kerja Sama ASEAN Kemeterian Luar Negeri
Go to Website AEC Center