Malaysia

Bintulu,

Tanjung Manis, 
Similajau,
Mukah


Sumber : Panduan dan Informasi Bisnis di Kawasan Asia Timur dan Pasifik Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI


Sumber : www.mida.gov.my


Komoditi Ekspor Malaysia Komoditi Impor Malaysia
  1. Produk Peralatan Listrik
  2. Bahan Kimia dan produk Kimia
  3. Tekstil, Pakaian dan Alas Kaki
  4. Produk Karet
  5. Produk Petroleum (hasil olahan minyak bumi)
  6. Mesin, Peralatan dan Suku Cadang
  1. Electronic Intergrated Circuits and Microassemblies
  2. Diodes, Transistors and Similar Semiconductor Devices
  3. Telephone sets, including telephones for cellular networks or for other wireless networks
  4. Gold (including Gold with Platinum)
  5. Part and Accessories (other than covers, etc)

 

Negara Tujuan Ekspor Utama Negara Importir Utama
  1. Singapura
  2. RRT
  3. Amerika Serikat
  4. Jepang
  5. Thailand
  6. Taiwan
  7. Korea Selatan
  8. Indonesia
  9. Jerman
  10. Vietnam
  1. RRT
  2. Singapura
  3. Amerika Serikat
  4. Jepang
  5. Thailand
  6. Taiwan
  7. India
  8. Australia
  9. Korea Selatan
  10. Indonesia


Sumber : www.customs.gov.my

  1. Ketentuan Produk Import Malaysia diatur dalam Act.235 CUSTOM ACT 1967, yang telah di revisi pada tahun 2006.
  2. Sertifikat Kualitas Barang dikeluarkan oleh Kantor SIRIM
  3. Sertifikasi HALAL : Dikeluarkan oleh JAIS (Jabatan Agama Islam Malaysia) untuk produk Halal
  4. Sertifikasi HACCP (Hazard Analysis Critical Point/Food Safety): Dikeluarkan oleh Ministry of Health Malaysia
  5. UU Perlindungan Konsumen Malaysia diatur dalam ACT Malaysia Nomor 599 tahun 1999
  6. UU Price List diatur dalam UU Price Control Act 121 tahun 1946
  7. Labelisasi pada Produk diatur dalam UU Food ACT 1983 dan Food Regulation 1985.

Sumber : Modul Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN, Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN, Kementerian Luar Negeri RI

Malaysia menawarkan iklim investasi yang baik dengan kebijakan pemerintahnya yang pro-investasi, liberalisasi, formulasi insentif, minimalisasi pajak, dan perlindungan kekayaan intelektual. Investor mendapatkan keuntungan dari dukungan infrastruktur Malaysia yang mencakup lebih dari 200 kawasan industri dan berbagai zona bebas. Malaysia memiliki 17 zona bebas komersial (FCZs) yang diperuntukkan bagi kegiatan komersial termasuk perdagangan, grading, pengemasan, trans-shipment, dan transit. Selain itu Malaysia memiliki 18 kawasan industri bebas (FIZs) yang memungkinkan perusahaan manufaktur yang berorientasi ekspor untuk menikmati bebas bea impor bahan baku, komponen, mesin dan peralatan. Peluang investasi banyak terdapat pada bidang jasa dan manufaktur termasuk antara lain, produk logam dasar, listrik dan elektronik, teknik, mesin & peralatan, produk karet, peralatan medis, dan petrokimia & polimer.

 


SCCI (Sarawak Chambers of Commerce & Industry)

L3-13, dubs commercial center, lot 376, sect.54, Jalan Petanak, 93100 Kuching, Serawak

 

DCCI (Dayak Chambers of Commerce & Industry)

Seublit 15. Lvl.2, Panovel Commercial Center, jalan Bukit Mata, 93100 Kuching, Serawak

 

ACCCIS (Associated Chinese Chambers of commerce & Industry Serawak)

4th Floor, Wisma Chinese Chambers, jalan Bukit Mata, 93100 Kuching, Serawak

 

KCGCCI (Kuching Chinese General Chambers of Commerce & Industry)

Level 8, Wisma Chinese Chambers, Jalan Bukit Mata, 93100 Kuching, Serawak

 

DUBS (Dewan Usahawan Bumiputera Serawak)

Sublot 4-12 & 13, tk.3, Dubs Commercial Center, Lot 376, Jalan Petanak 93100 Kuching, Serawak


  1. Menanamkan mental menjadi juara pada generasi muda (First Class Mentality).
  2. Membuat target Asia Tenggara sebagai pasar produk industri Malaysia.
  3. Menerapakan Link and Match di dunia pendidikan dan dunia pekerjaaan.
  4. Pembangunan karakter generasi muda tercermin dari alokasi anggaran pendidikan (90% untuk SD, SMP, SMA serta 10% untuk Pendidikan Tinggi).
  5. Mendorong Assosiasi Profesi Malaysia secepatnya menerapkan MRA ASEAN untuk mengurangi pada tenaga profesi yang berasal dari luar Malaysia.
  6. Tidak ada masalah dalam menetapkan PMA 100% dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi bagi investor asing.

 

Sumber : Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN, Kementerian Luar Negeri RI
Go to Website AEC Center