Sejalan dengan Visi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dalam melaksanakan diplomasi untuk rakyat, Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN senantiasa berupaya agar semangat ASEAN yang berorientasi dan berpusat pada rakyat dapat terwujud.

Pusat Studi ASEAN tersebar di 56 Perguruan Tinggi di Indonesia, dari Banda Aceh hingga Ambon.

(Pusat Studi ASEAN tersebar di 56 Perguruan Tinggi di Indonesia, dari Banda Aceh hingga Ambon.)

Hal ini mendorong Kemlu menjangkau sebanyak mungkin pemangku kepentingan di Indonesia, termasuk Perguruan Tinggi, dalam memahami kerja sama ASEAN dan manfaatnya bagi Rakyat Indonesia.

Undang-undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi menyatakan bahwa pendidikan tinggi berfungsi, antara lain, untuk mengembangkan Sivitas Akademika yang inovatif, responsif, kreatif, terampil, berdaya saing; serta mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dengan memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora. Memperhatikan amanat ini, kemitraan antara Kemlu dengan perguruan tinggi untuk mendorong pemahaman dan partisipasi publik dalam Masyarakat ASEAN menjadi sangat relevan. Kemitraan tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) terpisah antara Ditjen Kerja Sama ASEAN dengan 56 Perguruan Tinggi Tentang Kerja Sama Bidang Pendidikan, Penelitian/Pengkajian Ilmiah dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Ke 56 Perguruan Tinggi tersebut terbentang mulai dari Banda Aceh hingga Ambon.

Ruang lingkup kerja sama Nota Kesepahaman meliputi:

  • Pendidikan, pelatihan, workshop, lokakarya, seminar, diskusi;
  • Penelitian/pengkajian ilmiah mengenai masalah-masalah hubungan dan kerja sama regional ASEAN;
  • Pengabdian kepada masyarakat berupa kegiatan sosialisasi dan diseminasi, penyuluhan, ceramah dan dialog yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, para pelajar/mahasiswa, tenaga pendidik, para penyelenggara negara pemerintahan, para penyelenggara lembaga-lembaga sosial, politik, hukum, keagamaan dan sebagainya mengenai hubungan dan kerja sama regional ASEAN;
  • Publikasi dan penerbitan karya akademik, berupa jurnal, majalah, buku-buku literatur dan lain-lain yang memiliki manfaat nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan pengembangan hubungan kerja sama regional ASEAN yang harmonis;
  • Kegiatan lain yang sejalan dengan fungsi dan tugas kelembagaan para pihak terkait, termasuk kegiatan magang mahasiswa di Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri maupun pemanfaatan pejabat/mantan pejabat sebagai narasumber/pengajar/widyaiswara tamu untuk kegiatan akademis;
  • Pembentukan Pusat Studi ASEAN sebagai lembaga yang melakukan riset, konsultasi, dan publikasi, untuk mempromosikan kerja sama ASEAN kepada para pemangku kepentingan secara luas.

Hingga April 2018, 56 Pusat Studi ASEAN terbentuk di :




Melalui kerja sama yang dibangun dengan PSA, Kementerian Luar Negeri selaku salah satu anggota dari Setnas ASEAN - Indonesia telah berhasil menyelenggarakan berbagai kegiatan, khususnya terkait dengan pelaksanaan sosialisasi, edukasi, konsultasi dan advokasi publik tentang Masyarakat ASEAN, antara lain dalam bentuk kuliah umum, seminar, forum diskusi, pameran foto, dialog interaktif di media massa, simulasi sidang, lomba debat dan public speaking tingkat pelajar/mahasiswa.