“Perguruan Tinggi diharapkan mampu menghasilkan individu yang berkualitas dan berdaya saing tinggi untuk dapat memanfaatkan peluang di kawasan ASEAN,” demikian disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN, Vedi Kurnia Buana di hadapan 315 mahasiswa semester satu Fakultas Hukum, Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Kuliah umum dengan tema “51 Tahun ASEAN: Revitalisasi Peran Perguruan Tinggi Dalam Menyambut Peluang dan Tantangan di Kawasan ASEAN”, yang diadakan pada tanggal 11 Oktober 2018 atas kerja sama Pusat Studi ASEAN Fakultas Hukum UNNES bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN, Kementerian Luar Negeri RI.

Selain menyampaikan pentingnya revitalisasi Perguruan Tinggi Indonesia di kawasan ASEAN, dalam kesempatan ini, Sekretaris Ditjen Kerja Sama ASEAN juga menyampaikan materi tentang peluang dan tantangan Indonesia di ASEAN, perkembangan Masyarakat ASEAN, tiga pilar kerja sama ASEAN, arsitektur kawasan, profil ekonomi, perdagangan dan daya saing Indonesia di kawasan ASEAN. Isu-isu lain yang juga disampaikan adalah mengenai pekerja migran, mutual recognition arrangement, pariwisata, UMKM dan produk/perusahaan Indonesia yang telah Go ASEAN.

Sekretaris Ditjen Kerjasama ASEAN juga menyebutkan peran penting Pusat Studi ASEAN (PSA) sebagai institusi akademi yang melakukan kajian kritis dan objektif guna memperkuat peran ASEAN dalam pengembangan keilmuan, kebijakan, dan komunitas di Indonesia.

Pertanyaan yang disampaikan peserta kuliah umum antara lain: program kegiatan ASEAN yang melibatkan mahasiswa, diseminasi ASEAN pada masyarakat umum, masalah Rohingya, kerjasama antar kawasan ASEAN, peran pemerintah dalam  meningkatkan kapasitas masyarakat.

Dalam kesempatan kuliah umum ini, Wakil Dekan I Bidang Akademik, Dr. Matitah M.Hum menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN atas kerja sama baik yang telah terjalin selama ini. Menurutnya kuliah umum bagi para mahasiswa semester satu Fakultas Hukum UNNES merupakan proses pembelajaran yang penting untuk memotivasi mahasiswa agar dapat menjadi individu yang berkualitas dan berdaya saing tinggi dalam memanfaatkan kawasan ASEAN dan berkompetisi di tingkat global. (Sekretariat Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN).