Jakarta, 29 Oktober 2018, bertempat di lantai 3 Auditorium Arifin Panigoro, Universitas Al Azhar Indonesia bekerja sama dengan Sekretariat Ditjen Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri dan ASEAN Secretariat menggelar ASEAN Day Goes To School. Kegiatan berupa Executive Lecture dengan tema “ASEAN a Community of Opportunities for All” diikuti sekitar 200 mahasiswa Universitas Al Azhar dan mahasiswa Universitas Budi Luhur, menghadirkan narasumber: Director of Community Affairs, Directorate of ASEAN Secretariat, Lee Yoong Yoong, Kepala Bagian Kerja Sama Antarlembaga Sekretariat Ditjen Kerja Sama ASEAN, Andante Widi Arundhati, dan Senior Officer - Stakeholder Engagement at The ASEAN Secretariat, Suryo Ariyanto Nugroho.

Dalam sambutannya Rektor Universitas Al Azhar Indonesia, Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin. M.Sc menyampaikan harapan agar generasi muda dapat terlibat aktif dalam memanfaatkan masyarakat ASEAN dan menentukan masa depan ASEAN. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri dan ASEAN Secretariat yang telah bersedia menjadi narasumber pada kesempatan ini.

Dalam sesi paparan Lee Yoong Yoong menyampaikan sejarah berdirinya ASEAN dan sejumlah manfaat ASEAN antara lain stabilitas dan perdamaian, kesempatan kerja, serta kemudahan bepergian. Sementara tantangan yang dihadapi antara lain kesenjangan pembangunan atau development gap di antara negara anggota ASEAN.

"Jika ASEAN mampu mempersempit kesenjangan tersebut, maka masyarakat ASEAN akan dapat merasakan dari kehadiran ASEAN," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kerja Sama Antarlembaga Sekretariat Ditjen Kerja Sama ASEAN, menyampaikan paparan yang berisi antara lain: Perkembangan ASEAN,  Manfaat ASEAN Bagi Indonesia, Daya Saing dan Ekonomi Indonesia di ASEAN, Tiga Pilar Masyarakat ASEAN, ASEAN Vision 2015 dan 2025, Peningkatan Postur ASEAN di Dunia Internasional yang berhasil menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan selama lebih dari 50 tahun.

Dalam paparan “Nurturing and Connecting ASEAN Youth Entrepreneurs”, Suryo Ariyanto Nugroho menyebutkan setiap negara diharapkan dapat beradaptasi dengan platform digital jika tidak ingin tertinggal. Mahasiswa diharapkan dapat mengetahui tantangan dan memanfaatkan kesempatan bisnis yang muncul di ASEAN terkait penggunaan platform digital. Ia menyebutkan enam pemuda yang melakukan gebrakan bisnis di Asia Tenggara. Pemuda tersebut berani menciptakan bisnis yang menjanjikan di berbagai sektor termasuk e-commerce, logistik, dan mobile application. Ia menekannya setidaknya tiga hal yang harus diperhatikan untuk memulai usaha di ASEAN yaitu: (1) Harus dapat menjadi pemain utama dalam komunitas ASEAN, (2) Percaya diri dan menyiapkan diri dengan baik di era digital ekonomi saat ini, (3) Memulai konektivitas di pasar ASEAN (http://www.aseansme.org).

Dalam sesi tanya jawab, peserta mengajukan pertanyaan terkait pengaruh perang dagang AS dan Cina bagi ASEAN, saran serta masukan dari narasumber untuk memulai usaha. Kegiatan ASEAN Day juga diisi dengan ASEAN Corner Exhibition, kuis seputar ASEAN, penampilan Tari Tortor dan Paduan Suara yang ditampilkan oleh mahasiswa Universitas Al Azhar Indonesia. [Sekretariat Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN]