BPPT, BANDUNG - Perkembangan teknologi saat ini mulai mengalami peningkatan secara signifikan setelah munculnya sejumlah inovasi yang diprediksi akan menjadi trend di masa depan. Kalangan milenial pun mulai akrab dengan beberapa pembaharuan teknologi di era disrupsi digital ini. Industry 4.0, Society 5.0, IoT, Big Data, Cloud dan AI, kini terus menjadi perbincangan. Perlu diketahui, Industry 4.0 dan Society 5.0 merupakan bentuk evolusi bahkan menuju tahap revolusi dalam peradaban.

Sedangkan IoT, Big Data, Cloud dan AI adalah perwujudan revolusi dalam teknologi yang menjadi driver bagi revolusi peradaban. Dari beberapa revolusi teknologi itu, Society 5.0 menjadi satu pembahasan yang menarik karena Society 5.0 atau biasa disebut Super-Smart Society ini merupakan tema yang digaungkan oleh Jepang pada awalnya.

Kemudian pembahasan bergulir hingga ke negara lainnya dalam kurun waktu yang hampir bersamaan. Bahkan kalangan milenial juga mulai membahas tema ini di era disrupsi digital. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pun turut menjadikan tema ini sebagai momentum untuk mendorong revolusi terhadap peradaban melalui penerapan teknologi.

Seperti yang disampaikan Kepala BPPT Hammam Riza dalam pertemuan 'International Conference on ICT for SMART Society (ICISS) 2019 - SMART ASEAN Forum' yang digelar di Gedung Merdeka Bandung, Jawa Barat, Rabu (20/11/2019).

Menurut Hammam, Gedung Merdeka merupakan lokasi yang tepat untuk menyelenggarakan acara bertaraf internasional itu. "Gedung Merdeka yang memiliki sejarah semangat bersatunya negara Asia Afrika diharapkan menginspirasi semangat bersatunya ASEAN dalam membangun SMART ASEAN", ujar Hammam pada kesempatan tersebut.

Dalam forum itu, Hammam meluncurkan "Konsultasi Publik" terhadap draft Peraturan BPPT Tentang Standar dan Tatalaksana Audit Aplikasi dan infrastruktur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Hammam pun berharap, forum ini bisa menjadi momentum bagi negara-negara ASEAN termasuk Indonesia, untuk melakukan open government dan open data secara serempak melalui penerapan SPBE ini.

"Tentunya, BPPT dalam hal ini siap berkontribusi untuk pendayagunaan teknologi tersebut," tegas Hammam.  Perlu diketahui, lokasi digelarnya forum tersebut mengambil tempat di Gedung Merdeka yang selama ini dikenal sebagai lokasi bersejarah.

Gedung ini memulai penorehan sejarahnya pada 18 April hingga 24 April 1955, sebuah momentum penting bagi catatan sejarah bangsa Indonesia, khususnya kota Bandung. Saat itu, para pemimpin dari 29 Negara Asia dan Afrika berkumpul membahas hubungan kerja sama serta menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi sejumlah negara dari dua benua itu.

Selengkapnya: BPPT