Jakarta, Indonesia: Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN menerima kunjungan 62 orang mahasiswa jurusan Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan 2 orang dosen pendamping di kantin diplomasi, Kemlu, Jakarta, Selasa (4/12). Rombongan diterima oleh Kepala Bagian Kerja Sama Antar Lembaga, Setditjen Kerja Sama ASEAN, Ibu Andante Widi Arundhati.

Tujuan kunjungan mahasiswa UMM adalah untuk melakukan studi ekskursi dengan tema “Upaya Indonesia dalam Menyikapi Isu Keamanan Non Tradisional di Kawasan ASEAN”. Sesuai tema tersebut Kepala Sub Direktorat Keamanan, Direktorat Kerja Sama Politik Keamanan ASEAN, ibu Ingan Malem menyampaikan paparan terkait kejahatan lintas batas di ASEAN. Beberapa di antaranya: terorisme, illegal fishing, dan keamanan siber.

Terkait terorisme disampaikan bahwa telah disepakati ASEAN Convention on Counter Terrorism dan ASEAN Regional Forum (ARF) Work Plan on Counter Terrorism and Transnational Crime (CTTC). Sementara untuk illegal fishing, Indonesia mengusulkan ARF Foreign Minister Statement on Illegal Unregulated and Unreported Fishing (IUUF). Dan terkait keamanan siber, KTT ASEAN ke-32 telah menghasilkan ASEAN Leaders’ Statement on Cybersecurity Cooperation.

Pada sesi tanya jawab, para mahasiswa/i menyampaikan pertanyaan-pertanyaan yang terkait prinsip non interference, masyarakat ASEAN, Rohingya, masalah nuklir, upaya membumikan ASEAN dan kebijakan negara-negara anggota ASEAN.

UMM dan Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN telah menandatangani Nota Kesepahaman di Bidang Pendidikan, Penelitian/Pengkajian Ilmiah dan Pengabdian kepada Masyarakat pada tanggal 1 Desember 2016.

Kegiatan studi ini merupakan bagian dari kerja sama Pusat Studi ASEAN sebagaimana yang tercantum di dalam nota kesepahaman dimaksud. Diharapkan kerja sama ini dapat berlanjut dengan baik di masa mendatang. {Setditjen Kerja Sama ASEAN}