Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN membuka acara Konferensi Pusat Studi ASEAN (PSA) yang berlangsung pada tanggal 13 – 14 September 2018 di Yogyakarta. Konferensi PSA menjadi forum diskusi dan koordinasi bagi PSA dan pemangku kepentingan terkait di Indonesia untuk memajukan kerjasama ASEAN di tingkat nasional (13/09).

 

Yogyakarta – Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN, Kementerian Luar Negeri, Duta Besar Jose Tavares membuka acara Konferensi Pusat Studi ASEAN (PSA) yang diselenggarakan pada tanggal 13 – 14 September 2018 di Yogyakarta. Konferensi yang telah memasuki tahun ketiga ini menjadi forum diskusi dan koordinasi bagi 56 PSA yang tersebar di seluruh Indonesia. Untuk pertama kalinya, Konferensi ini menghadirkan seluruh Kementerian dan Lembaga di bawah 3 Pilar Kerja Sama ASEAN / anggota Setnas ASEAN - Indonesia, perwakilan pihak swasta, dan ASEAN University Network (AUN). Koordinasi dan sinergi dalam Konferensi ini diharapkan dapat menjembatani para pemangku kepentingan untuk memajukan kerja sama ASEAN.

Dalam sambutan pembukanya di hadapan lebih dari 150 peserta, selain menyampaikan tentang perkembangan kerja sama ASEAN di berbagai isu, Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN menyampaikan bahwa PSA perlu memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap isu-isu ASEAN terkini, khususnya dalam menjawab berbagai tantangan dari kemajuan Revolusi Industri 4.0, mempersiapkan SDM (terutama generasi muda untuk dapat bersaing dengan generasi muda ASEAN lainnya).

Konferensi PSA Tahun 2018 juga menjadi forum untuk menyampaikan Grand Strategy PSA yang menjadi landasan bagi penguatan kerja sama dan kolaborasi yang bersifat practical dan tailor made antara para pemangku kepentingan di Indonesia. Di dalam Grand Strategy disebutkan bahwa PSA merupakan equal partners untuk mengimplementasikan program yang berpedoman pada Visi Masyarakat ASEAN 2025.

Dalam Konferensi kali ini, seluruh PSA dapat bertukar pikiran langsung dan menjajaki potensi kerja sama konkrit dengan Kementerian / Lembaga serta para pemangku kepentingan lainnya dalam rangka mendorong kerja sama yang dapat menyentuh akar rumput, sesuai Visi Masyarakat ASEAN 2025, sekaligus mendukung tercapainya Sustainable Development Goals. [Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri RI]