Tarakan – Kementerian Luar Negeri melalui Ditjen Kerja Sama ASEAN (Ditjen KSA), kembali membuka Pusat Studi ASEAN (PSA) di Universitas Borneo Tarakan (UBT)  (3/4). Kedua Lembaga tersebut sepakat bekerjasama di Bidang Pendidikan, Penelitian /Pengkajian Ilmiah dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Kesepakatan ini dituangkan dalam Nota Kesepahaman yang ditandatangani Prof. Dr. Adri Patton, M.Si, Rektor UBT dan diparaf oleh Ashariyadi, Sekretaris Ditjen KSA mewakili Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN di  Gedung Rektorat UBT, Tarakan.  

Rektor UBT dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut dan menekankan bahwa kerjasama ini merupakan salah satu bentuk kontribusi penting UBT dalam peningkatan kesadaran masyarakat terhadap ASEAN khususnya dalam dunia pendidikan. Rektor UBT juga berharap kerja sama ini bukan hanya terbatas pada pembentukan PSA, namun juga dapat mendorong kerja sama lainnya guna meningkatkan daya saing Kalimantan Utara dalam menghadapi era Masyarakat ASEAN.

Sekretaris Ditjen KSA, Ashariyadi, berpendapat kerja sama ini memiliki nilai penting mengingat potensi sumber daya alam Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang melimpah dan posisi strategis Kaltara yang dekat dengan perbatasan sangat berpeluang menembus pasar ASEAN. Lebih lanjut, ia berharap PSA UBT dapat berkontribusi langsung dalam peningkatan kesadaran terhadap ASEAN melalui kegiatan akademik dan sosialisasi yang melibatkan masyarakat di Kaltara. Selanjutnya, PSA yang telah terbentuk diharapkan dapat menjadi lembaga riset, konsultasi dan publikasi untuk mempromosikan ASEAN kepada pemangku kepentingan secara luas di Kaltara.

Acara dilanjutkan dengan Kuliah Tamu dan Diskusi Publik oleh Sekretaris Ditjen Kerja Sama ASEAN yang bertemakan ‘Capaian dan Tantangan Masyarakat ASEAN’. Dalam kesempatan tersebut, Sesditjen KSA menyampaikan isu terkini terkait kerja sama ASEAN, seperti peluang ketenagakerjaan melalui kerja sama Mutual Recognition Arrangement (MRA), kemudahan dan fasilitas perdagangan di ASEAN, dan program prioritas Setnas ASEAN-Indonesia. Acara ini dihadiri oleh sekitar 350 peserta yang terdiridari civitas academica UBT dan FKPD Kota Tarakan.

Ditjen KSA juga menggunakan kesempatan ini untuk menjalin kerja sama dengan media setempat seperti Radar Kaltara, Kaltara Post, dan RRI Kaltara. PSA UBT merupakan PSA yang ke-56 yang telah terbentuk di berbagai daerah di Indonesia. (SetditjenKerjaSama ASEAN).