The 3rd ASEAN Senior Officials Meeting Responsible for Information Working Group Meeting on ASEAN Digital Broadcasting (3rd SOMRI WG ADB)

The 3rd ASEAN Senior Officials Meeting Responsible for Information Working Group Meeting on ASEAN Digital Broadcasting (3rd SOMRI WG ADB) telah dilaksanakan di Singapura pada tanggal 26-27 September 2017. Pertemuan bertujuan untuk membahas dan menformulasi kebijakan dan strategi untuk mendukung implementasi penyiaran digital di ASEAN.

Terkait implementasi digitalisasi penyiaran di ASEAN, 4 (empat) negara anggota ASEAN telah melakukan Analogue Switch Off secara parsial yaitu di Brunei Darussalam, Laos, Thailand, Viet Nam. Penyiaran digital secara bersamaan dengan penyiaran analog (simulcast periode) tengah dilaksanakan di Filipina, Indonesia, Malaysia, Myanmar dan Singapura.

Untuk target tercapainya Analogue Switch Off, Delegasi Brunei Darussalam dan Singapura menargetkan pada akhir tahun 2017; sementara Malaysia menargetkan Analogue Switch Off pada tahun 2018. Laos, Myanmar, Thailand, dan Viet Nam menyampaikan target tercapainya Analogue Switch Off pada tahun 2020, sementara Filipina pada tahun 2023.

Dari 10 (sepuluh) negara anggota ASEAN, Indonesia dan Cambodia adalah dua negara yang belum menentukan timeline Analogue Switch Off dikarenakan belum finalnya pembahasan Rancangan Undang-Undang Penyiaran pada level nasional. Namun demikian, Delri pada pertemuan 3rd SOMRI WG ADB menyampaikan bahwa Indonesia tengah dalam proses transisi dari penyiaran analog ke penyiaran digital atau Digital Terrestrial Televisian Broadcasting (DTTB) dengan proses migrasi yang berlangsung secara bertahap mencakup zona servis, provinsi, dan area servis.

Indonesia telah menetapkan DVBT2 sebagai standar televisi digital menggantikan sistem televisi analog. Pada tahun 2012, Indonesia juga telah memulai penyiaran digital serta menetapkan TVRI sebagai operator DTTB multiplexer. Untuk mendukung migrasi menuju penyiaran digital, Delri menyampaikan bahwa Indonesia bekerja sama dengan International Telecommunication Union (ITU) telah menyusun Roadmap for the Transition from Analogue to Digital Terrestrial Television Broadcasting pada tahun 2013 melengkapi Keputusan Menkominfo pada tahun 2011.

Indonesia juga telah memproduksi set top box untuk mendukung transisi dari analog ke digital. Set top box produksi Indonesia dilengkapi fitur Early Warning System (EWS) guna menyebarluaskan informasi kebencanaan (tsunami, banjir, gempa bumi, dll) kepada masyarakat.

Pasar televisi di Indonesia didominasi oleh Free to Air (FTA) Terrestrial yang saat ini melibatkan 860 broadcasters. Pada prinsipnya, infrastruktur Indonesia telah siap untuk mendukung penyiaran digital yaitu di wilayah Jawa, Sumatera (sebagian) dan Kalimantan (sebagian). Terkait hal ini, finalisasi draf Rancangan Undang Undang Penyiaran diharapkan dapat memperlancar proses migrasi analog ke digital dan mewujudkan analogue switch off.